Cream Sari Gold Skin Whitening Series

Pastinya Cream Sari Gold Skin Whitening ini aman 100% karena terbuat dari bahan alami pilihan yang sering digunakan untuk produk kecantikan seperti arbutin, vitamin C, vitamin E, dll. Yang jelas tidak mengandung mercury dan hidroquinon yang dapat membahayakan kulit wajah Anda.

Rp185.000

Description

cream sari gold

cream sari gold

Cream Sari Gold Series adalah Produk terbaru dari cream wajah yang sudah sangat terkenal dan best seller yaitu cream sari. Cream Sari Gold series hadir sebagai jawaban bagi kebutuhan perawatan wajah yang all in one di dalam satu paket.

Cream Sari Gold merupakan rangkaian lengkap perawatan wajah dengan kandungan natural dan UV filternya yang melindungi kulit dari sengatan sinar matahari langsung. Diproduksi oleh PT Star Abadi Ratu Indonesia yang sudah terkenal dengan brand sari cosmetic.

Cream sari gold diformulasikan untuk anda yang memiliki kulit wajah berminyak ataupun normal. Masing-masing paket disesuaikan dengan kebutuhan jenis kulit anda.

Cream sari diracik dengan formula khusus dengan kandungan bahan-bahan alami dan natural. Dengan kandungan alami Licorice, buah berry dan vitamin B3 membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan bintik-bintik hitam serta mencegah bakteri penyebab timbulnya jerawat.

*Disclaimer: Hasil positif yang dialami oleh pelanggan kami dapat berbeda dengan hasil yang Anda dapatkan. Kami tidak dapat menjamin dan tidak bertanggung jawab apabila hasil yang Anda peroleh berbeda dengan pelanggan kami lainnya

Cream Sari Gold Skin Whitening Series

Sama halnya dengan dua produk cream sari sebelumnya, cream sari gold skin whitening itu juga merupakan salah satu produk kecantikan sekaligus perawatan wajah yang aman serta kaya akan manfaat dan khasiat yang luar biasa dalam mengatasi masalah pada kulit wajah.

Amankah Cream Sari Gold Skin Whitening Series ini?

Pastinya cream sari gold skin whitening ini aman 100% karena terbuat dari bahan alami pilihan yang sering digunakan untuk produk kecantikan seperti arbutin, vitamin C, vitamin E, dll. Yang jelas tidak mengandung mercury dan hidroquinon yang dapat membahayakan kulit wajah Anda.

Manfaat Cream Sari Gold Skin Series

  1. Membantu memutihkan dan mencerahkan kulit wajah
  2. Membantu mengurangi masalah kulit berjerawat
  3. Membantu mengurangi masalah kulit berminyak berlebih
  4. Membantu mengangkat komedo pada wajah
  5. Membantu mengangkat flek – flek hitam pada kulit wajah
  6. Membantu mencegah terjadinya penuan dini
  7. Membantu melembabkan kulit wajah
  8. Membantu melindungi kulit wajah dari sinar matahari ( UV )

1 Paket Cream Sari Gold terdiri dari :

– Day Cream 15gr (NA 18170103450)
– Night Cream 15gr (NA 18170103643)
– Mild Facial Wash 60ml (NA 18171203876)
– Facial Toner 60ml (NA 18171203100)

Mild Facial Wash : membantu membersihkan kulit dr kotoran/sisa makeup tanpa membuat kulit terasa kering. Memaksimalkan proses regenerasi kulit, membantu menjaga keseimbangan minyak dipermukaan kulit dan mengatasi jerawat

Facial Toner : membersihkan dan menyegarkan kulit wajah. Kandungan vit.B3 dan allantoin membantu mencerahkan kulit wajah,meregenerasi kulit dan mengecilkan pori-pori. Salicylid acid membantu menyeimbangkan kadar minyak berlebih

Diproduksi oleh : PT. STAR ABADI RATU INDONESIA

BPOM, dan Bersertifikat Halal MUI

BAGI ANDA YANG BERKULIT TIPE BERMINYAK / OILY SKIN, Sekarang juga tersedia Cream Sari Gold Series Varian Oily Skin

Cream Sari Gold Series, Cream Sari Gold Series, Cream Sari Gold Series, Cream Sari Gold Series

====================

Sapu Bersih Virus Polio

Poliomyelitis bukanlah penyakit baru, mungkin sudah ratusan bahkan ribuan tahun usianya. Penyakit yang melumpuhkan ini memang semakin jarang, namun pemerintah menghendaki terbasmi tuntas dari bumi Indonesia ini. Mengapa penyakit ini sampai bisa melumpuhkan, siapa penemu vaksinnya, dan dimana pula pembuatannya? Apa kata orang yang pernah menderita penyakit ini?

Upaya mengenyahkan penyakit polio rupanya tidak tanggung-tanggung walaupun penyakit yang menyerang sistem saraf tulang belakang ini sudah semakin jarang dijumpai akhir-akhir ini. Kalau pada tahun 1988 ada sekitar 773 kasus polio, tahun 1994 menurun drastis menjadi sekitar 14 kasus saja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan bahwa setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Polio Sedunia. Bukan tanpa alasan WHO menetapkan hari besar ini. Melalui Hari Polio Sedunia, WHO ingin mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, betapa pentingnya mengimunisasi anak agar terhindar dari penyakit polio.

Meski Indonesia telah dinyatakan bebas polio sejak tahun 2014, namun WHO masih meminta kita untuk melakukan upaya vaksinasi, mengingat adanya importasi virus liar.

Imunisasi polio di Indonesia sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1980. Awal 1990 WHO menyatakan Indonesia telah mencapai tahap UCI (Universal Child Immunization), karena 80% anak telah terimunisasi.

Penyakit polio atau poliomyelitis bukanlah penyakit baru. Antara 1942-1953, penyakit ini pernah menyerang hebat di AS, mencapai 33.344 kasus pada 1950. Kemudian pada 1952 pun menyerang hebat di beberapa negara Eropa. Selanjutnya menjalar sampai Asia : Singapore, Jepang, Korea, Filipina, India dan Indonesia.

Setelah polio berhasil diberantas di AS dan Eropa awal 1950-an, upaya pemberantasan dialihkan ke Asia.

Dari statistik, menurut seorang penulis asal Bandung, Sugino S.Ked, sekitar 90-95% dari infeksi penyakit polio tanpa gejala, 4% dengan gejala ringan (abortive poliomyelitis) yang sulit dibedakan dengan infeksi virus lain, dan sisanya (<1%) dalam bentuk berat, yakni mengenai susunan saraf pusat dan menimbulkan kelumpuhan pada kaki menetap (ada kalanya seluruh badan).

Gejala ringan mirip dengan gejala flu : sakit kepala, nyeri persendian dan punggung, batuk ringan, nyeri tenggorokan dan infeksi saluran pernafasan atas, demam, kaku kuduk, diare atau sembelit.

Virus polio memang tidak selalu menyebabkan kelumpuhan. Namun, ada kalanya kelumpuhan tidak hanya pada kaki. Virus yang ganas bisa menyerang seluruh badan dan berakibat fatal. Di sini penderita tidak bisa menelan dan berbicara bahkan bernapas karena otot-otot pernapasan lumpuh. Penanggulangannya bisa dengan bantuan mesin pernapasan.

Di alam bebas, virus polio hanya dapat bertahan 48 jam, tapi dalam tubuh manusia mampu hidup sampai bertahun-tahun. Pada binatang, hanya monyet yang dapat dihinggapi virus ini. Selama virus ngendon di dalam tubuh, ada yang langsung menunjukkan reaksi sakit, ada yang tidak. Yang berbahaya, kalau virus yang bersembunyi di dalam tubuh ini keluar bersama tinja. Tinja ini akan menjadi media hidup virus dan sarana penularan. Akibatnya, jumlah virus di alam akan semakin meningkat yang mudah menghinggapi anak balita.

Virus manusia masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan (lewat makanan) atau debu yang tercemar oleh virus yang terdapat di udara (droplet infection). Virus ini mula-mula masuk ke dalam sistem kelenjar limfe (getah bening) yang terdapat pada tenggorokan atau saluran cerna, kemudian menyebar ke dalam darah dan menimbulkan gejala ringan mirip infeksi virus lain tadi. Kemudian virus polio ini kalau masuk ke dalam susunan saraf pusat, menyebabkan infeksi susunan saraf pusat.

Selain melalui cara ini, virus juga dapat masuk ke dalam susunan saraf pusat melalui perambatan sepanjang serabut saraf. Sifat penyakit ini tidak kronis. Masa inkubasi biasanya 6 – 20 hari (kasus yang menyebabkan kelumpuhan). Penyakit ini paling menular saat 10 hari sebelum dan sesudah serangan, walaupun tetap bisa ditularkan selama virus masih ngendon dalam tenggorokan atau tinja penderita. Namun, bila masuk ke dalam tubuh anak yang sudah imun, maka virus segera dikeluarkan lagi lewat kotoran. Dengan demikian, amatlah perlu semua balita mendapatkan vaksin tersebut.

Penyakit polio, menurut Sugino, merupakan penyakit sistemik, dimana seluruh badan dapat terkena, walaupun yang utama mengenai susunan saraf pusat, meliputi batang otak dan sel-sel anterior horn (depan) dari medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Bila susunan saraf pusat terkena (biasanya anterior horn dan medulla spinalis) bisa terjadi kelumpuhan lemas, tetapi hanya sebagian badan, dan saraf masih tetap dapat menerima rangsangan dari luar. Kelumpuhan memang tidak bisa disembuhkan, karena sel yang rusak pada saraf tulang belakang tidak ada gantinya (tidak terjadi regenerasi).

Cream Sari Gold, Cream Sari Gold

Cream Sari Gold, 

Cream Sari Gold

=====================================

Saya Hidup Dengan Polio

Kisah Nyata dari dr. Renny Cecilia Padang Ph. D, FACR , Spesialis Reumatologi yang bekerja di RS Royal Taruma Jakarta

Polio sudah merupakan bagian dari hidup saya. Saya tumbuh dan berkembang dengan polio. Kecacatan akibat penyakit ini bagaikan sahabat yang harus saya cintai. Walaupun begitu, saya tidak rela anak-anak lain bernasib seperti saya. Polio harus tersapu bersih. Biarkan mereka tumbuh dan berkembang tanpa diganggu penyakit yang melumpuhkan ini.

Saya berusia 1 tahun 9 bulan, saat penyakit ini menyerang. Sebelumnya saya menderita demam selama beberapa hari. Tiba-tiba pagi hari saya tidak bisa menggerakkan kaki kiri. Ayah dan ibu kalang kabut. Bisa dibayangkan betapa sedihnya mereka, ketika dokter menvonis saya terserang penyakit polio. Saya tidak mampu berjalan selama 3 bulan. Beruntung, berkat bantuan seorang profesor melaului latihan fisioterapi, akhirnya saya bisa berjalan walaupun tetap pincang. Saat itu awal 1957 memang vaksinasi polio belum populer, malah mungkin belum ada di Indonesia (baru ditemukan tahun 1952 di AS).

Kedua orang tua saya terus berusaha menyembuhkan saya dengan berbagai cara, ke dukun, ahli obat-obatan tradisional, dll. Apalagi saat itu saya satu-satunya anak perempuan mereka. Pasti meraka memikirkan bagaimana nasib anak gadis mereka bila dewasa nanti. Bantuan selanjutnya, ketika saya berusia 7 tahun, datang dari dr.Suharso, YPAC (Yayasan Penderita Anak Cacat) Surabaya dan Pusat Rehabilitasi Solo selama hampir 1 tahun. Di situlah saya sempat bergaul dengan para penyandang cacat lain, sehingga tidak lagi merasa terlalu rendah diri. Saya dioperasi, dilatih berjalan sendiri serta diberi pelajaran sekolah tambahan sesuai usia saya. Kemajuannya lumayan, walaupun kaki kiri saya tidak bisa kembali normal.

Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua, yang tidak pernah membedakan saya dengan saudara saya yang lain, tetapi tidak pula memanjakan. Saya diberi kesempatan berkembang seperti anak-anak yang lain. Bahkan saya juga ikut bermain bulu tangkis dengan mereka, sementara denga tekun ibu saya rajin melatih kaki kiri saya sesuai petunjuk ahli fisioterapi.

Saya juga tidak pernah melupakan jasa para guru saya di SD, SMP dan SMA, yang selalu memberikan kesempatan pada saya untuk berkembang sehingga dapat mengurangi rasa rendah diri. Saya juga tidak pernah melupakan sahabat-sahabat saya semasa sekolah. Mereka banyak membantu saya secara fisik maupun psikis. Saya bahkan selalu ikut berpiknik, berpesta, dan berolahraga sebatas kemampuan saya.

Kadang kala saya memang menangisi diri dan merasa malu khususnya kepada orang yang baru saya kenal. Tetapi saya tidak membiarkan perasaan demikian sampai berlarut-larut. Saya berpendapat kalau seseorang ingin berteman dengan saya atau seorang pasien memilih berobat pada saya, tentu dia sudah yakin akan diri saya dan tidak akan memandang saya berdasarkan kekurangan saya. Kalau di tempat umum, orang menatap saya saat berjalan, saya berusaha tidak marah. Pikir saya, wajar saja kalau orang ingin tahu sesuatu yang tidak umum atau tidak normal.

Sejak kecil saya selalu diajari mandiri oleh orang tua dan guru saya. Sejak SMP saya sudah giat berorganisasi. Sampai saat ini pun kegiatan berorganisasi masih berlanjut. Namun, saya tetap berusaha berhasil dalam pendidikan.

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya, saya memperdalam ilmu rematologi di Royal Melbourne Hospital, Australia. Saya memilih bidang rematik bukan karena kecacatan saya, tetapi terdorong oleh rasa ingin berbuat sesuatu untuk orang lain. Kebetulan ketika saya menjalankan wajib kerja kesarjanaan di daerah kelahiran saya, Sulawesi Utara, banyak kasus rematik di daerah tersebut. Saya tidak bisa berbuat banyak, karena saat itu fakultas kedokteran di Atmajaya belum memasukkan penyakit ini sebagai salah satu kurikulum. Untuk, saya mendapatkan kesempatan belajar di negara Kangguru tadi.

Orang cacat tubuh seperti saya kadang kala menemui hambatan dalam pekerjaan sehari-hari, terutama dulu ketika saya masih sebagai dokter muda. Saya mesti berjalan mondar-mandir ke sana-kemari sepanjang rumah sakit yang luas baik di Indonesia maupun di Australia. Namun, saya selalu berusaha untuk mengatasinya. Pada saat remaja ketika teman lain mulai berpacaran, saya pun bergaul dengan teman pria secara wajar. Saya tidak merasa sesuatu yang istimewa ketika datang seorang pria mengisi hidup saya. Saya bersyukur karena Tuhan akhirnya memberikan pasangan hidup yang mencintai saya sehingga saya dapat menikmati indahnya cinta.

Bagi para ibu yang mempunyai anak balita, saya sarankan segeralah memberikan imunisasi kepada anaknya, agar terhindar dari penyakit ini. Bagi mereka yang senasib dengan saya, tetaplah membina kepercayaan diri Anda. Tidak perlu merasa rendah diri. Tunjukkan prestasi Anda. Dengan demikian orang lain pasti akan menghargai Anda.

=============

Hiduplah Bersama Stres

Sebagai kepala bagian kredit di sebuah bank pemerintah, tugas Anto tidak bisa dibilang ringan. Ia mengawasi lalu lintas penyaluran kredit dan bertanggung jawab atas pengembaliannya. Sebelum kredit dikucurkan, bersama stafnya Anto melakukan penilaian terhadap proposal pemohon kredit.

Sering kali pekerjaannya yang sudah menyita tenaga dan pikiran itu ditambah lagi dengan kedatangan pemohon kredit yang membawa surat sakti alias katebelece. Entah dari pejabat atau orang berpengaruh lainnya. Di sini Anto sering dihadapkan pada dilema. Mau diterima, kok proposalnya tidak layak. Sementara kalau ditolak, kedudukannya bisa terancam. Hal itu suka membuat anto stres.

Sedang Andi, sarjana seni rupa yang bekerja di brio periklanan sebagai art designer, sehari-hari merasa selalu dikejar-kejar deadline. Satu pekerjaan selesai, setumpuk pekerjaan lain sudah antre menunggu. Bayangkan, tiga hari sekali ia dipatok pimpinannya harus bisa menyelesaikan satu desain. Kalau sering meleset dari jadwal, bonus tahunan bisa-bisa dipotong. Streskah Andi? Tentu.

Lain lagi kisah Basuki, seorang supir taksi yang menghidupi istri beserta 2 anaknya. Ketika matahari belum muncul benar ia sudah menyusuri jalanan ibu kota dan baru menginjak rumah lagi paling cepat usai jam 21.00. Di samping harus kuat fisik, Basuki juga wajib cekatan menggaet calon penumpang. Kalau badannya loyo, pendapatannya pasti akan berkurang. Seperti juga Anto dan Andi, Basuki tentu mengalami stres kerja.

Tak Bisa Dihindari

Ilustrasi di atas mau menggambarkan bahwa setiap bidang pekerjaan pasti menghasilkan stres. Keadaannya tentu berbeda-beda sesuai jenis pekerjaannya. Pengatur lalu lintas udara, anggota pemadam kebakaran, perawat di ruang gawat darurat atau wartawan miasalnya, akan menghadapi kondisi stres yang lebih tinggi daripada politikus, peneliti, petugas perpustakaan, ataupun tukang ketik.

Cuma masalahnya apakah stres ini dirasakan sebagai beban yang merugikan atau hal yang wajar guna memacu prestasi kerja? Dalam pandangan Hans Selye, stres yang umumnya menggugah semangat kerja dan bersifat mendorong ini disebut eustress, sementara stres negatif yang umumnya dirasakan sebagai beban, bersifat merusak dan merugikan dinamai distress.

Pakar lain, Stephen P.Robbins dari San Diego State University dalam buku Organizational Behavior, menganggap stress sebagai kondisi ketika seseorang dihadapkan sekaligus pada kesempatan, tantangan, dan tuntutan guna meraih apa yang diharapkan.

Taruhlah dalam contoh di atas, Anto sebagai manager kredit berhadapa dengan tuntutan kerja agar kredit yang menumpuk di bank dapat disalurkan kepada pemimjam yang membutuhkan. Sementara tantangannya adalah adanya proposal permohonan kredit yang tidak layak dan katebelece. Kalau Anto bisa mengatasi kedua persoalan ini, barangkali kariernya akan segera melesat. Sebaliknya bila gagal, bisa jadi promosinya akan terhambat. Adanya tantangan dan tuntutan yang melahirkan kesempatan inilah yang membuat Anto stres.

Jadi merujuk pada pendapat kedua ahli di atas, dalam batas-batas tertentu stres tidak perlu dianggap sebagai hal yang buruk, karena ternyata memang mempunyai sisi positif. Seperti halnya seorang atlet yang memanfaatkan stres positif ini guna memenangkan suatu perlombaan.

Stres positif atau eustress memang diinginkan dan menjadi suluh semangat seseorang. Tantangan yang menarik, kesempatan baru, atau pekerjaan yang memuaskan dapat menyebabkan eustress atau stres yang baik. Tanpa eustress, hidup ini kurang menarik.

Sedang distress yang umumnya merugikan bisa menimpa individu dengan patokan target yang melampaui kemampuan atau tidak siapnya ia menghadapi persoalan-persoalan hidup.

Lalu jika sudah terperangkap dengan stres yang bisa berupa eustress dan distress ini apakah kita perlu menghindar? “Kalau memang tidak bisa dihindari, maka satu-satunya jalan adalah hidup dengannya,” kata Dra. Eileen Rachman, Direktur Experd. Soalnya, bila dalam perusahaan ataupun organisasi tidak ada target atau tidak ada stres, suasana kerja akan membuat orang loyo, tidak bersemangat, karena tidak ada tuntutan ataupun tantangan kerja.

Dalam suatu organisasi, sumber stres itu antara lain bisa berupa bentuk-bentuk pengawasan, deadline, atau juga tuntutan kualitas.

Menurut Eileen, supaya karyawan bisa menghadapi stres secara wajar dan menerima sebagai sesuatu yang positif maka ia perlu bersiap-siap, dalam arti menerima stres sebagai genjotan dan bukan sebagai tekanan.

Hanya saja guna mengetahui seorang karyawan terkena stres atau tidak bukanlah pekerjaan gampang. “Kita mesti mengecek ke orang lain, kita nga bisa lihat sendiri,” ujar Eileen. Soalnya, barangkali karena target kerja kita saja yang terlalu tinggi atau tuntutan pekerjaan yang kelewat berat.

Bedakan Yang Ingin dan Yang Harus

Namun bila kita harus berhadapan dengan stres, ada beberapa cara mengelolanya. Yang utama kita perlu memahami apa itu stres, dari mana sumbernya, dan bagaimana pengaruhnya. Lalu mengantisipasi kapan terjadinya dan merencanakan penanggulangannya. Kemudian mengenal derajat stres optimal kita.

Sesudah itu perlu menjaga kondisi tubuh dengan berolahraga yang tidak kompetitif macam aerobik, jalan cepat, joging, berenang atau bersepeda. Soalnya, kalau kondisi fisik kita sehat, mental kita juga akan sehat.

Mengembangkan pola hidup juga dapat digunakan untuk menangkal stres. Caranya, dengan makan cukup disertai gizi yang baik, menjaga berat tubuh serta menghilangkan kebiasaan merokok.

Bisa pula dengan melakukan pengaturan waktu atas aktivitas sehari-hari, membuat prioritas dan bisa membedakan kegiatan yang harus dilakukan dan yang ingin dilakukan. Karena terbukti banyak orang tidak bisa mengatur waktu sehingga pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan seminggu, ternyata baru selesai dua minggu kemudian. Ini bukan soal mampu tidaknya orang itu, namun terlebih karena tidak adanya manajemen waktu.

Cara lain adalah bersikap asertif dengan mengembangkan keterampilan komunikasi yang memungkinkan kita bersikap lugas. Berani mengatakan tidak bila hal itu memang mengganggu kita. Memiliki sahabat dan orang-orang yang dapat dipercaya guna menolong di saat kita membutuhkan merupakan cara yang baik untuk mengurangi efek stres dalam kehidupan dan kesehatan kita.

Penting juga Anda memiliki tujuan yang jelas. Bertanya sendiri macam : “Apakah benar hal ini yang ingin saya lakukan sekarang?” dan “Mengapa saya ingin melakukannya?”. Barangkali dengan bertanya macam itu Anda bisa menilai tindakan Anda. Sering kali karena kita tidak pernah berusaha bertanya pada diri sendiri, pekerjaan kita jadi terlalu banyak dan menjadi sangat tidak efisien.

Anda perlu pula menyadari nilai-nilai yang ada pada diri Anda. Bila kita tidak mengetahui hal-hal yang dianggap penting, kita akan mengalami kesulitan untuk menentukan tujuan.

Yang terakhir adalah menguasai beberapa teknik relaksasi, misalnya dengan melakukan latihan pernafasan atau meditasi. Cara ini bisa dilakukan 15 atau 20 menit seharinya dan terbukti bisa melepaskan ketegangan dan orang akan merasa segar kembali.

Menggambar Psikologis dan Filosofis

Menurut Eileen, “Menggambar” apa-apa yang dihayati oleh seseorang, baik secara psikologis maupun secara filosofis, juga merupakan cara mengurangi stres. Yang psikologis, misalnya, diselesaikan dengan memilah-milah pekerjaan, membuat catatan apa-apa yang akan dikerjakan. Lalu bertanya mana yang bisa diubah dan mana yang bisa diubah? Apa yang bisa saya kerjakan?

Sementara itu secara filosofis sifatnya lebih dalam lagi. Misalnya, saya ini maunya apa? Atau hidup ini buat apa? “Nah hal itu mestinya ditata. Kalau sudah ditata saya rasa stresnya hilang,” katanya.

Jadi, Anda tidak perlu takut-takut amat dengan stres. Kalau bisa mengelolanya, prestasi Anda mungkin akan terpacu. Makanya akrabi dan hiduplah bersama stres.

cream sari gold

======================

ApaArti Logo Lingkaran dan Warna Pada Kemasan Obat?

Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya dr.  Sung. Pada video kali ini saya akan memberikan anda sebuah informasi tentang : “Arti Logo Lingkaran dan Warna Pada Kemasan Obat”.

Sobat sehat, saat kita membeli obat di toko, di apotek, atau di minimarket, biasanya kita melihat tanggal kadaluarsanya. Namun, kita lupa memperhatikan bahwa disana ada logo obat. Ada logo lingkaran pada botol atau kemasan obat lainnya. Sebenarnya logo tersebut mempunyai arti. Disini Badan POM telah membuat peraturan dan klasifikasi obat agar kita tidak salah mengkonsumsi obat tersebut.

1.. Obat Bebas

Klasifikasi tersebut antara lain yang pertama adalah obat bebas.  Obat ini dapat anda temui atau termasuk obat yang paling mudah anda jumpai di toko-toko obat di apotek maupun di minimarket. Karena jenis zat yang terdapat pada obat tersebut relatif aman. Dan anda dapat membelinya tanpa resep dokter. Namun walaupun tanpa resep dokter, anda harus tetap memperhatikan dosis yang tertera pada kemasan tersebut.

Obat ini diberi logo lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.  Anda bisa lihat gambarnya disini.

Contoh dari obat ini adalah seperti paracetamol dan antasida. Mungkin bagi anda yang memiliki obat-obatan seperti ini di rumah, anda bisa mengambil kemasannya dan melihat logonya. Kemudian, obat yang kedua adalah obat bebas terbatas.

2. Obat Bebas Terbatas

Jadi, golongan obat yang kedua adalah obat bebas terbatas. Obat golongan ini sebenarnya termasuk obat keras. Tetapi masih bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, di kemasannya terdapat peringatan.  Anda harus membacanya dengan baik.

Obat-obatan seperti ini biasanya logonya adalah lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam. Anda bisa lihat gambarnya disini.

Dan obat-obatan seperti ini biasanya dijumpai di apotek yang memiliki apoteker. Dimana apoteker akan memberikan informasi lebuh lanjut mengenai cara penggunaan obat tersebut. Kemudian contoh dari obat tersebut adalah Bromhexine Hcl yang biasanya digunakan untuk sakit batuk dan obat cacing, Pirantel pamoat. Bagi anda yang memiliki obat tersebut, anda bisa melihat kemasannya.

3. Obat Keras

Kemudian yang ketiga adalah golongan obat keras. Golongan obat ini tidak boleh anda konsumsi secara sembarangan. Dan sebaiknya harus dengan resep dokter. Obat ini diberi logo dengan lingkaran berwarna merah dan didalamnya terdapat huruf K, yang menerangkan obat keras.

Contoh obat-obatan seperti ini adalah seperti lorazepam, haloperidol, dan loratadine. Dimana obat-obatan golongan psikotropika juga masuk dalam golongan obat keras.

4. Obat Jenis Narkotika

Kemudian obat yang keempat adalah obat-obatan golongan narkotika. Logo dari obat-obatan golongan narkotika bisa anda lihat disini.

Ada lingkaran merah, dan di dalamnya terdapat tanda plus  berwarna merah pula. Obat-obatan seperti ini, anda sama sekali tidak boleh membelinya secara sembarangan. Dan biasanya obat-obatan seperti ini digunakan oleh para tim medis atau para dokter sebagai obat bius. Atau memberikan obat untuk mengurangi rasa nyeri. Dan jika anda mengkonsumsinya tanpa pengawasan dokter, obat-obatan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ketergantungan.

5. Obat Fitofarmaka

Golongan obat yang kelima adalah obat fitofarmaka. Jadi, obat ini merupakan obat tradisional dari bahan alami yang dapat diseterakan dengan obat modern. Hal ini disebabkan karena proses pembuatannya telah telah terstandar dan telah diuji dengan bukti ilmiah.

Selain itu, fitofarmaka dikatakan sebagai obat herbal berkhasiat tertinggi dibandingkan jamu dan obat herbal terstandar karena sudah mengadopsi CPOB. Yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik.  Dan sampai uji klinik pada manusia. Dan anda bisa melihat simbolnya disini.

 

6. Obat Herbal Terstandar

Kemudian obat golongan yang keenam adalah obat herbal terstandar atau OHT. Obat ini adalah obat tradisional yang disajikan dari bahan-bahan alami yang dapat berupa tanaman obat ataupun mineral. Selain proses dengan teknologi tinggi, jenis herbal ini umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian praklinik. Jadi seperti :

– Standar kandungan berkhasiat- Standar Ekstraksi tanaman obat

– Uji toxic, baik akut maupun kronis

Dan obat-obatan ini diberi logo dengan gambar seperti berikut ini.

7. Obat Jamu

Kemudian obat yang ketujuh adalah obat yang tergolong dalam jamu-jamuan. Obat ini disediakan secara tradisional yang berisi tanaman yang merupakan penyusun dari obat-obatan tersebut.

Logonya adalah pohon berwarna hijau dalam lingkaran berwarna hijau.  Anda bisa lihat gambarnya disini.

Jadi, pohon berwarna hijau tersebut melambangkan kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia. Obat jamu merupakan warisan dari leluhur kita yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit dan telah terbukti secara empiris. Bagi anda yang ingin membeli obat golongan ketujuh atau obat jamu ini, sebaiknya anda memperhatikan kemasan yang telah terdaftar di Badan POM.

Jadi, ini semua merupakan 7 golongan obat yang perlu anda ketahui. Saran saya adalah jika anda ingin mengkonsumsi obat-obatan, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Mungkin anda bisa membeli obat-obatan yang bebas anda beli di apotek atau di toko-toko obat. Namun, anda tetap harus membaca label pada kemasan. Dan ingat, yang anda beli harus terdaftar di Badan POM. Semoga informasi yang saya berikan dapat anda mengerti.

Additional information

Weight 300 g